Tampilkan postingan dengan label Tip's. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tip's. Tampilkan semua postingan

Cara Membangun Eksistensi Anda Di Internet

 
Cara_Membangun_Eksistensi_Anda_Di_Internet_1.jpgPelanggan tidak bisa membeli dari toko Anda jika mereka tidak tahu bahwa toko Anda ada di internet karena ada jutaan situs di internet. Anda dapat membantu pembeli menemukan toko Anda dengan membangun dan mempertahankan eksistensi online Anda.
Jadi, bagaimana caranya agar pengusaha rumahan atau pemilik usaha kecil dapat menarik pengunjung situsnya tanpa menghabiskan banyak uang untuk SEO atau harus berada di depan komputer selama 24 jam setiap hari? Saran saya, jadilah sesuatu yang menarik, ada di mana-mana, menonjol, dan biarkan komputer Anda yang melakukan pekerjaan ini. Trik-trik berikut ini dapat dilakukan tanpa perlu memekerjakan seorang ahli media sosial atau menghabiskan lebih dari Rp 100.000,- per bulan.

Bagaimananya caranya agar selalu menarik perhatian?

Informasi yang up-to-date dapat menguasai internet. ESPN.com tidak akan memiliki banyak pengunjung jika skor-skor pertandingan ditampilkan sepekan sekali.

Kita hidup di dunia yang informasinya berjalan pada "kecepatan cahaya" dan orang-orang mendambakan untuk menjadi yang pertama kali tahu. Seorang lelaki (yang punya akun twitter @ReallyVirtual) iseng mengirim tweet tentang penggerebekan terhadap kompleks tempat tinggal Osama bin Laden, sekarang memiliki lebih dari 90.000 follower. Padahal sebelumnya, hanya 1.500 follower saja.

Jika Anda ingin bergabung dalam sebuah forum online dan berusaha memiliki eksistensi di sana, Anda harus memiliki sesuatu untuk dikatakan. Tidak seorang pun ingin berbicara lebih akrab dengan seseorang yang hanya promosi di "kandang"-nya sendiri atau yang hanya mengirimkan tweet sekali sehari berisi "baca artikel baru di blog saya".

Untuk menemukan banyak konten baru yang masih segar, guna memperbarui profil media sosial Anda setiap harinya, cobalah gunakan Google Reader. Google terus-menerus mengeruk informasi baru dari situs. Setelah Anda mengeset dengan benar, Anda akan selalu memiliki akses ke berita terbaru dan terbesar yang berhubungan dengan bidang Anda.

Tips menggunakan Google Reader

Jika Anda baru pertama kali menggunakan Google Reader, mulailah dengan membuat beberapa folder berbeda yang sesuai dengan bisnis Anda. Anda dapat membuat folder untuk topik yang berbeda, misalnya: bisnis, pemasaran, teknologi, dan kepemimpinan. Anda juga dapat membuat folder untuk berbagai jenis media, seperti: gambar, video, dan podcast. Bahkan, Anda dapat membuat folder untuk memantau Google Alert, comment streams, Facebook, atau Twitter.

Kemudian Anda harus memasukkan feed RSS pada reader Anda. Hal ini memang memakan waktu, tetapi Anda hanya perlu melakukannya sekali untuk setiap feed. Tambahkan feed RSS dari blog favorit Anda, situs berita, saluran YouTube, halaman Facebook, profil Twitter, dan lain-lain untuk Google Reader Anda. Anda dapat melakukannya secara manual atau Anda bisa juga menambahkan Subscribe Button ke toolbar pada browser Anda (ini dapat menghemat banyak waktu). Saya juga menyarankan Anda membuat dua atau tiga Google Alerts yang dikirim ke Google Reader Anda. Google Alerts memberitahu Anda setiap kali Anda atau bisnis Anda disebutkan di internet, atau ketika artikel yang relevan dengan niche Anda diterbitkan.

Setelah Anda terbiasa membuka headline-headline pada Google Reader secara teratur, Anda akan dapat memproses ratusan artikel hanya dalam beberapa menit.

Cara agar Anda eksis di mana saja

David Everett-Carlson, teman saya dan penulis harian Wild Wild East, mengajarkan saya pentingnya sindikasi. Mengapa hanya aktif dalam satu jaringan jika Anda dapat memperbarui status Anda di lima belas jaringan secara bersamaan?

Katakanlah Anda menemukan link bagus lalu membuat status “20 cara gerilya pemasaran http://manag.rs/coolmktg dari execupundit.com, bagus banget ...”. Status ini diikuti dengan status Anda yang lain yang mencantumkan link artikel terbaru blog Anda tentang tips pemasaran, misalnya.

Bagaimana Anda bisa berbagi dua pesan tadi ke lima belas jaringan yang berbeda sekaligus (dan menjadwal mereka untuk dikirim pada waktu tertentu)? Cobalah layanan HootSuite. Saya lebih suka HootSuite karena memberikan saya kemampuan untuk menjadwalkan pesan dalam jumlah besar untuk beberapa waktu ke depan. Ketika saya posting pesan ke HootSuite, secara teori, pesan tersebut akan dikirimkan ke Facebook, Twitter, Linkedln, dan Ping.fm. Lalu Ping.fm bisa mengirimkannya ke WordPress, Tumblr, Blogger, Delicious, identi.ca, Google Buzz, dan banyak lagi.
Setelah Anda mengatur itu semua, Anda dapat menyiarkan status Anda ke banyak orang yang berbeda dalam sekejap mata.

Tips dalam menggunakan sindikasi

Cobalah untuk tidak mengirimkan status yang sama untuk 15 jaringan yang berbeda pada waktu yang sama. Seseorang tentu menjadi enggan mem-follow Anda di Twitter jika status Facebook dan status Twitter Anda toh juga sama. Variasikanlah sedikit ....

Anda harus memiliki kategori terpisah untuk update status --yang hanya sebatas 140 karakter-- dengan posting blog mikro --yang biasanya berupa deskripsi singkat dari temuan Anda atau pendapat Anda--. Atau, Anda juga bisa mengategorikan per jaringan.

Sebagai contoh, status Linkedln saya cenderung lebih konservatif dibandingkan status Facebook saya. Anda dapat membagi jaringan Ping.fm Anda ke dalam grup posting yang berbeda. Hal ini memungkinkan Anda untuk menyesuaikan pesan Anda atau membaginya untuk dirilis pada hari yang berbeda pada waktu yang berbeda.

Untuk pengguna tingkat lanjut: http://ifttt.com (saat ini dalam versi beta, gratis, tetapi butuh invitation) memungkinkan Anda untuk membuat if/then triggers. Misalnya, setiap kali artikel baru diposting ke blog WordPress Anda, surat elektronik (e-mail) yang berisi artikel tersebut akan dikirim ke Posterous atau Amplify. Anda juga dapat mengunduh (download) sebuah plugin Wordpress yang bernama "autopost" untuk mengirim artikel Anda ke jaringan seperti StumbleUpon dan Digg.

Singkat kata, ada cara untuk melakukan autopost dari HootSuite ke hampir semua jaringan sosial yang pernah Anda pikirkan.

Pemendek URL milik sendiri

Jaringan sosial seperti Twitter hanya memungkinkan pengguna untuk mengirim 140 karakter, sehingga semakin pendek tautan (link), semakin baik. Tautan lebih pendek juga berguna dalam jaringan sosial lain karena mereka akan menampilkan beberapa baris kata. Layanan link-shorteners dapat mengubah tautan panjang menjadi yang pendek. Beberapa link-shorteners yang populer adalah bit.ly, goo.gl, tiny.cc, dan ow.ly.

Setiap kali Anda memendekkan tautan dengan, misalnya menggunakan layanan goo.gl, maka tautan Anda akan terlihat seperti ini: http://goo.gl/bzSPM (ini tautan situs saya)

Ketika New York Times memosting tautan mereka ke Twitter, tautannya akan diawali dengan http://nyti.ms. Terlihat lebih profesional bukan? Jadi, tampak sekali bahwa New York Times adalah sebuah merek yang paten. Kalau Anda menjual sepatu, sepertinya bagus kalau tautan Anda yang dipendekkan dimulai dengan http://sho.es. Anda dapat membuat tautan pendek sesuai selera Anda sendiri dengan layanan bit.ly pro di http://bitly.com/pro.

Layanan bit.ly itu gratis, namun Anda harus membeli domain baru. Untuk membantu Anda mencari domain yang cocok untuk perpendekan tautan Anda, coba buka http://domai.nr lalu tulislah nama produk atau nama merek dari bisnis Anda. Setelah ketemu yang cocok, langsung saja dibeli.

Tetap online ketika Anda sedang tidak online

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, saya menggunakan HootSuite karena memungkinkan saya untuk menjadwalkan update status saya dalam jumlah besar dan memiliki banyak fitur. Ini sangat membuat saya nyaman. Saya bisa duduk di perahu dayung di danau terdekat sementara akun Twitter, Tumblr, dan blog saya melakukan publikasi. Bahkan, jika ingin lebih nyaman lagi, Anda dapat menjadwalkan pesan dalam jumlah lebih besar melalui spreadsheet MS Excel. HootSuite menawarkan pilihan untuk menggunakan penjadwalan secara massal dengan harga $ 5,99 per bulan.

Anda juga dapat menggunakan HootSuite untuk mengirim pesan secara berulang. Sebenarnya, Anda tidak diperbolehkan menjadwalkan pesan yang sama terus-menerus, tetapi Anda dapat menambahkan hash-tag atau sedikit mengubah kata-kata untuk membuat statusnya tampak selalu berbeda.

Biarkan jejaring sosial yang bekerja untuk Anda

Menggunakan media sosial itu seharusnya menyenangkan. Daripada merasa tertekan memikirkan cara supaya bisnis Anda tersosialisasi, lebih baik Anda gunakan sebagian besar waktu online Anda untuk memulai percakapan ramah, memberikan komentar, atau berinteraksi dengan teman online. Media sosial seharusnya tidak membuat stres dan tidak harus mengambil banyak waktu Anda.

Bila Anda sudah memiliki sistem yang teratur dan Anda terbiasa rutin memeriksa Google Reader serta menjadwal pesan melalui HootSuite, Anda dapat mempertahankan kualitas eksistensi online Anda. Tanpa perlu mempekerjakan seseorang dan dengan menginvestasikan sedikit waktu saja setiap pekan.
Profil media sosial akan tampak menarik dan selalu menawarkan konten baru yang menarik setiap jamnya (atau sesering yang Anda inginkan).

Jika Anda dapat menguasai cara yang tepat dalam memadukan informasi, info-info pemasaran, dan hiburan, Anda akan menjaring follower setia dan terikat kuat. Setelah itu, terserah pada Anda bagaimana mengubah eksistensi Anda di internet, menjadi rupiah. Selamat mencoba.
Oleh: Anna Smith

Sumber: http://www.businessknowhow.com/internet/buildpresence.htm
Diterjemahkan (dengan sedikit penyuntingan) oleh Yulian Purnama, S.Kom.
Readmore...

5 Tips membangun Personal Branding di Google+

 
google_plus_logo_640_1.jpg
Apa itu Google+?

Google+ (baca: Google Plus) adalah jejaring sosial atau social network yang dibangun dan dikembangkan oleh Google untuk menyaingi kedigdayaan facebook. Proyek Google+ dilaunching dalam bentuk private beta (butuh invitasi khusus dari pengguna lain untuk menjadi pengguna baru) pada tanggal 28 Juni 2011. Saat Google+ dirilis untuk publik, facebook adalah sebuah "nation" dengan jumlah penduduk terbesar kedua di dunia setelah RRC (Republik Rakyat Cina) dengan 750 juta penggunanya. Dan sampai saat tulisan ini dibuat, Google+ sudah menjaring 25 juta pengguna. Asal pembaca tahu, dalam tempo kurang dari dua bulan, angka 25 juta pengguna adalah jumlah yang sangat besar untuk sebuah layanan yang masih tersedia dalam bentuk private beta.

Jadi, bagaimana caranya membangun personal branding Anda di sebuah jejaring sosial dengan fitur keren seperti Circles, Hangout, dan sejenisnya? Oke, ini dia langkah-langkahnya!
1. Sign Up!

Yoa, betul. Kalau ingin memulai sesuatu, Anda harus mulai dari yang paling awal dulu; menjadi member alias anggota. Lha gimana mau membangun personal branding dengan Google+ kalau Anda tidak nyungsep langsung ke dalamnya. Iya nggak? Sama seperti mereka yang ingin membangun personal branding via blog - yang harus sign up dulu ke salah satu penyedia layanan ngeblog; blogspot atau wordpress -, mereka yang ingin membangun personal branding di Google+ juga demikian adanya. Tidak ada jalur pintas! Anda harus tekun, sabar dan banyak belajar.

Oke .... kalau begitu bagaimana cara mendaftar ke sana? Caranya gampang banget ya akhi. Anda harus punya akun di Gmail dulu. Nanti bila Anda sudah memiliki akun di gmail.com, Anda bisa meminta invitasinya dari saya atau teman-teman pembaca di pengusahamuslim.com ini. Bila meminta invitasi terlalu formal untuk Anda, mungkin mengklik link ini bisa jadi solusi praktis. Sederhana bukan?
G+

2. Buat profilmu

Kalau Anda langsung ingin menambah teman secara membabi buta sih boleh-boleh saja. Lagipula itu adalah akun Anda sendiri. Tapi alangkah baiknya bila Anda mengerjakan poin nomor dua ini dulu. Apa itu? Mengisi data untuk halaman profil Anda. Memang butuh waktu untuk melakukannya, tapi hasilnya untuk pembentukan personal branding dijamin akan lebih baik ketimbang bila Anda mengacuhkannya.

Selain data teks seperti tanggal lahir, tempat lahir, atau almamater, data penting lain yang harus Anda isi di profil adalah foto dan video. Usahakan agar foto atau avatar yang Anda gunakan di Google+ merupakan foto/avatar yang bisa merepresentasikan identitas Anda atau bisnis Anda sendiri. Kembali ke contoh Pak Kumis, pemilik warung angkring pak kumis, beliau bisa menggunakan logo warung makannya di sini.

Untuk data berbentuk video, Pak Kumis bisa saja menempatkan video yang berisi testimonial kepuasan para pelanggannya atau yang berisi Pak Kumis sendiri yang dengan percaya dirinya menjelaskan mengenai segala sesuatu yang membuat Warung Angkringnya berbeda dari warung angkring yang lain.

3. Mulai cari teman yuk ..

Di Google+, aksi "add as friend" yang biasanya ada di facebook sama dengan aksi memasukkan foto-foto profil member Google+ ke dalam "Circle". Fitur keren ini sejatinya tidak ubahnya seperti "folder" di Windows Explorer yang bisa Anda gunakan untuk mengatur pengelompokkan teman Anda. Saya pribadi cenderung untuk membuat Circle berdasarkan tempat atau institusi yang pernah saya singgahi atau bekerja di dalamnya. Contoh, saya punya Circle dengan nama UGM (untuk teman-teman saya yang juga kuliah di UGM), SMU 17 (untuk teman-teman sealumni SMU 17 Palembang), Mamuju (untuk teman-teman saya di daerah kabupaten Mamuju), Gorontalo (untuk teman-teman dari Gorontalo), dan USADI (tempat saya pernah bekerja dulu).

Kalau menggunakan contoh Pak Kumis, beliau bisa membuat beberapa Circle seperti "Pelanggan" (untuk pelanggan warung makan), "Partner" (untuk mitra bisnis), "Players" (untuk sesama pengusaha warung angkring), dan seterusnya. Salah satu manfaat Circle di Google+ adalah untuk mengatur distribusi status atau konten yang Anda sebarkan di dalamnya. Jadi, misalkan Anda hanya ingin mendistribusikan sesuatu yang dikhususkan untuk para pelanggan Anda maka Anda hanya perlu menyebarkannya ke Circle "Pelanggan", bukan yang lain. Hmmmm, yang beginian belum ada di facebook bukan?

Sekilas Info:

Berminat temenan sama saya? Bila iya, silahkan cari Wim Permana dengan foto profil "Robot Android" di Google+. Jangan lupa untuk mengirim pesan bahwa Anda mengetahui saya dari situs pengusahamuslim.com. Insyaallah Anda akan langsung saya add dan masukkan ke dalam Circle "Pengusaha Muslim".

4. Mulailah berbagi

Di dunia jejaring sosial, Anda harus mau berbagi kalau ingin eksis. Dan bahkan, pada kenyataannya, eksistensi situs-situs jejaring sosial ini pun tergantung dari eksistensi Anda dalam berbagi di dalamnya. Bisa Anda bayangkan sendiri, apa jadinya situs-situs seperti facebook, linkedin, dan Google+ jika penggunanya hanya mendaftar kemudian pergi begitu saja tanpa pernah meng-update status, mengisi profil, chat dengan teman lainnya atau berbagi link, foto dan video. Those sites will be dead and become a zombie sooner or later! Masih ingatkah Anda dengan friendster?

Kembali ke masalah bagi membagi. Terkait dengan sharing dan personal branding, apa yang Anda share di sana tentunya tidak boleh sembarangan. Untuk seorang Pak Kumis, membagi (share) link-link terkait tips dan trik masak-memasak akan sangat membantu pembentukan personal branding - atau bahkan business brand Warung Angkringnya. Selain tips dan trik masak-memasak, Pak Kumis juga bisa membagi resep rahasia menu-menu masakannya di Google+ kepada teman yang ada di circle "pelanggan"-nya. Sementara tips dan trik negoisasi dan sukses mencari dana pinjaman secara lunak bisa ia share ke circle "Partner" atau "Players". Keren bukan?
Google +1

5. +1

Di facebook, tombol +1 atau "plus one" adalah tombol jempol alias "like this". Fungsi +1 persis seperti fungsi "like this", yakni sebagai cara untuk menandai status atau link-link yang di-share oleh teman-teman Anda; tentunya yang Anda anggap menarik atau spesial!

Fungsi lain dari tombol +1 adalah untuk membuat Anda semakin "dekat" dengan teman yang status atau link-nya Anda beri "plus one". Di dunia nyata, mungkin tombol "plus one" adalah pujian singkat semacam "Hei, keren tuh statusmu" atau "subhanallah, link yang kamu share tadi mantap juragan!"

Bila Anda sering memberi "plus one" untuk teman Anda di Google+, maka hal yang sama mungkin juga akan terjadi kepada Anda. Teman Anda tersebut mungkin akan tergerak untuk semakin memperhatikan aksi-aksi Anda di Google+. Nah lho, simbiosis mutualisme bukan? Oh ya, kalau aktivitas Anda di Google+ sudah banyak yang memperhatikan, maka hal ini sebenarnya sudah menjadi salah satu bukti bahwa pembentukan personal branding Anda di social network milik Google ini sudah berhasil. Insyaallah.

Baiklah, untuk sementara itu dulu tips dan trik dari saya terkait pembentukan personal branding di Google+. Saya harap Anda bisa mengambil manfaatnya. Bila Anda tahu tips dan trik lainnya, mohon jangan sungkan-sungkan untuk berbagi di situs kita tercinta ini, pengusahamuslim.com.

Sukses dan barokah selalu untuk usaha Anda!
Readmore...
sunnah

blog copas